Mengupas bahaya rokok bagi kesehatan seakan tak pernah ada habisnya. Baru-baru ini terungkap bahwa 1 dari 3 kasus rheumatoid arthritis parah merupakan dampak dari kebiasaan merokok selama bertahun-tahun.
Rheumatoid arthritis (RA) merupakan peradangan sendi yang ditandai dengan nyeri dan pembengkakan di bagian tersebut. Kondisi yang berhubungan dengan sistem imun ini lebih banyak menyerang perempuan dibandingkan laki-laki dan sering terjadi pada usia 40-60 tahun.
Secara genetik, beberapa orang punya faktor risiko untuk mengalami RA hingga kondisi yang sangat parah. Faktor tersebut adalah pembentukan sejenis antibodi bernama anticitrullinated protein/peptide antibody (ACPA) pada orang-orang yang memiliki gen tertentu.
Sebuah penelitian oleh para ahli dari Karolinska Institute di Stockholm mengungkap, pembentukan ACPA bisa meningkat jika seseorang punya kebiasan merokok. Peningkatan risikonya mencapai 35 persen dibandingkan yang sama-sama memiliki faktor risiko tersebut namun tidak merokok.
Artinya 35 persen atau kurang lebih 1 dari 3 kasus RA parah yang dipicu oleh ACPA terjadi akibat kebiasaan merokok. Dalam penelitian tersebut, partisipan rata-rata memiliki kebiasaan merokok sebanyak 20 batang sehari selama lebih dari 20 tahun.
"Tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mencegah RA yang dipicu oleh faktor genetik, namun faktor lain bisa kita ubah. Berhenti merokok adalah salah satunya," ungkap Jane Tadman dari Arthritis Research di Inggris, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (14/12/2010).
Hasil penelitian tersebut juga mengatakan peningkatan risiko itu akan hilang begitu seseorang menghentikan kebiasaan merokoknya. Tidak perlu bertahun-tahun, efeknya sidah bisa dirasakan tidak lama setelah berhasil menghindari asap rokok.
Penelitian tersebut dipublikasikan hari ini dalam sebuah jurnal online di Inggris, Annals of the Rheumatic Diseases.[detikhealth]
ads
Showing posts with label Poison. Show all posts
Showing posts with label Poison. Show all posts
Tuesday, December 14, 2010
Thursday, December 9, 2010
Jumlah Penderita Kanker Bertambah Akibat Es Kutub Mencair
Apa hubungannya ya ?.. antara mencairnya es di kutub bumi dengan meningkatnya penderita kanker di dunia, mungkin ilmu kita belum sampai kesitu kali. Tapi setelah membaca hasil penelitian para ilmuwan di bawah ini sepertinya ada benarnya juga kalau penderita kanker di dunia meningkat seiring dengan mencairnya gunung es di kutb.
Naiknya permukaan air laut bukan satu-satunya ancaman dari pemanasan global. Mencairnya es di kutub utara juga memicu pelepasan bebagai polutan berbahaya yang selama ini terjebak dan diyakini akan meningkatkan jumlah penderita kanker di dunia.
Peringatan ini disampaikan dalam konferensi dunia tentang pemanasan global yang kini tengah berlangsung di Cancun, Meksiko. Sebuah penelitian yang mendukung peringatan tersebut baru akan dipublikasikan bulan depan.
Berbagai polutan berbahaya yang disebut sebagai Persistent Organic Polutant (POP) itu mengendap di kutub setelah bertahun-tahun mengotori atmosfer. Yang termasuk golongan POP antara lain pestisida jenis DDT, komponen elektronika PCB, dan limbah bahan bakar pesawat PAH.
Namun akibat adanya pemanasan global, POP itu kembali lepas bersamaan dengan mencairnya sebagian besar es di kutub utara. POP yang terlepas kembali mengotori udara dan akan bertahan selama puluhan tahun sebelum mengendap lagi secara alami.
POP tidak hanya mengendap di kutub, tetapi juga terakumulasi di jaringan tubuh manusia. Sebuah penelitian membuktikan, akumulasi di jaringan tubuh menyebabkan pencemaran POP dalam air susu ibu meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
"POP yang masuk ke rantai makanan memang tidak banyak namun jika terakumulasi maka jumlahnya akan semakin banyak dan yang paling terkena dampaknya adalah manusia," ungkap perwakilan PBB, Donald Cooper seperti dilansir Dailymail, Kamis (9/12/2010).
Cooper mengatakan ancaman POP justru lebih nyata dibandingkan kenaikan permukaan air laut. Bahkan pihak-pihak yang berwenang dalam konferensi tersebut telah mengumumkan, desas-desus bahwa permukaan air laut akan naik 180 cm dalam 100 tahun mendatang adalah berita bohong.[detik]
Naiknya permukaan air laut bukan satu-satunya ancaman dari pemanasan global. Mencairnya es di kutub utara juga memicu pelepasan bebagai polutan berbahaya yang selama ini terjebak dan diyakini akan meningkatkan jumlah penderita kanker di dunia.
Peringatan ini disampaikan dalam konferensi dunia tentang pemanasan global yang kini tengah berlangsung di Cancun, Meksiko. Sebuah penelitian yang mendukung peringatan tersebut baru akan dipublikasikan bulan depan.
Berbagai polutan berbahaya yang disebut sebagai Persistent Organic Polutant (POP) itu mengendap di kutub setelah bertahun-tahun mengotori atmosfer. Yang termasuk golongan POP antara lain pestisida jenis DDT, komponen elektronika PCB, dan limbah bahan bakar pesawat PAH.
Namun akibat adanya pemanasan global, POP itu kembali lepas bersamaan dengan mencairnya sebagian besar es di kutub utara. POP yang terlepas kembali mengotori udara dan akan bertahan selama puluhan tahun sebelum mengendap lagi secara alami.
POP tidak hanya mengendap di kutub, tetapi juga terakumulasi di jaringan tubuh manusia. Sebuah penelitian membuktikan, akumulasi di jaringan tubuh menyebabkan pencemaran POP dalam air susu ibu meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
"POP yang masuk ke rantai makanan memang tidak banyak namun jika terakumulasi maka jumlahnya akan semakin banyak dan yang paling terkena dampaknya adalah manusia," ungkap perwakilan PBB, Donald Cooper seperti dilansir Dailymail, Kamis (9/12/2010).
Cooper mengatakan ancaman POP justru lebih nyata dibandingkan kenaikan permukaan air laut. Bahkan pihak-pihak yang berwenang dalam konferensi tersebut telah mengumumkan, desas-desus bahwa permukaan air laut akan naik 180 cm dalam 100 tahun mendatang adalah berita bohong.[detik]
Labels:
Health,
Info Sehat,
LifeStyle,
Medis/Obat,
Poison,
Seputar Penyakit
Wednesday, December 8, 2010
Rokok Sebabkan Kerontokan Rambut
Hati - hati bagi para perokok, jika anda sayang dengan rambut Anda, berhentilah merokok, karena racun pada rokok juga dapat memicu kerontokan rambut yang bikin cepat botak.
Rokok tak hanya menyebabkan penyakit serius seperti jantung, paru-paru atau kanker, tetapi juga merusak penampilan seperti membuat kulit keriput, gigi kuning dan juga rambut rontok yang berpotensi mempercepat kebotakan.
Jumlah nikotin dan karbon monoksida dalam rokok telah ditemukan dapat membatasi aliran darah. Hal ini terjadi karena setiap kali jumlah nikotin bertambah di dalam otak, menyebabkan tubuh mengaktifkan hormon stres sehingga membebaskan lemak yang disimpan ke dalam aliran darah.
Hal tersebut dapat mengurangi oksigen dalam aliran darah. Padahal, agar folikel rambut berfungsi secara optimal dan menghasilkan pertumbuhan rambut di tingkat normal, sel harus mendapatkan oksigen, nutrisi dan mineral dalam jumlah yang cukup.
Dilansir Livestrong, Rabu (8/12/2010), merokok telah ditemukan dapat meningkatkan kadar hormon yang bertanggung jawab untuk kerontokan rambut pada pria.
Sebuah studi di Harvard University yang meneliti 1.241 pria paruh baya, membandingkan antara perokok dan non-perokok. Temuan menunjukkan peningkatan dihydrotestosterone (DHT) sebesar 13 persen dan juga peningkatan 9 persen testosteron pada perokok.
Hormon DHT merupakan penyebab alopecia androgenetic, yaitu kebotakan yang sering terjadi pada pria dengan memperpendek pertumbuhan (anagen).
Selain itu, merokok dapat mengganggu atau merusak sistem sirkulasi yang bertanggung jawab untuk mengirimkan darah ke sel-sel yang sebenarnya dari folikel rambut.
Merokok juga diketahui dapat mempercepat penuaan. Profesor William MacNee dari University of Edinburgh mengatakan asap rokok dan polutan lainnya dapat mempercepat penuaan dengan membuat peradangan di paru-paru.
Rokok tak hanya menyebabkan penyakit serius seperti jantung, paru-paru atau kanker, tetapi juga merusak penampilan seperti membuat kulit keriput, gigi kuning dan juga rambut rontok yang berpotensi mempercepat kebotakan.
Jumlah nikotin dan karbon monoksida dalam rokok telah ditemukan dapat membatasi aliran darah. Hal ini terjadi karena setiap kali jumlah nikotin bertambah di dalam otak, menyebabkan tubuh mengaktifkan hormon stres sehingga membebaskan lemak yang disimpan ke dalam aliran darah.
Hal tersebut dapat mengurangi oksigen dalam aliran darah. Padahal, agar folikel rambut berfungsi secara optimal dan menghasilkan pertumbuhan rambut di tingkat normal, sel harus mendapatkan oksigen, nutrisi dan mineral dalam jumlah yang cukup.
Dilansir Livestrong, Rabu (8/12/2010), merokok telah ditemukan dapat meningkatkan kadar hormon yang bertanggung jawab untuk kerontokan rambut pada pria.
Sebuah studi di Harvard University yang meneliti 1.241 pria paruh baya, membandingkan antara perokok dan non-perokok. Temuan menunjukkan peningkatan dihydrotestosterone (DHT) sebesar 13 persen dan juga peningkatan 9 persen testosteron pada perokok.
Hormon DHT merupakan penyebab alopecia androgenetic, yaitu kebotakan yang sering terjadi pada pria dengan memperpendek pertumbuhan (anagen).
Selain itu, merokok dapat mengganggu atau merusak sistem sirkulasi yang bertanggung jawab untuk mengirimkan darah ke sel-sel yang sebenarnya dari folikel rambut.
Merokok juga diketahui dapat mempercepat penuaan. Profesor William MacNee dari University of Edinburgh mengatakan asap rokok dan polutan lainnya dapat mempercepat penuaan dengan membuat peradangan di paru-paru.
Labels:
Health,
Info Sehat,
Kesehatan,
Man Issue,
Perawatan Rambut,
Poison,
Seputar Penyakit
Thursday, December 2, 2010
Waspadai Konsumsi Ikan Berminyak
Anda pasti sudah mengetahui bahwa ikan berminyak mengandung banyak asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Namun, penelitian terbaru meragukan hal itu dan menyatakan bahwa kontribusi ikan berminyak seperti salmon, sarden, dan tuna terhadap kesehatan mungkin terlalu dilebih-lebihkan selama ini.
Mengapa hasil-hasil studi itu bertentangan?
Ada beberapa kemungkinan penyebabnya.
Pertama, penelitian apa pun mengenai dampak makanan terhadap kesehatan tidak selalu menghasilkan kesimpulan yang seragam. Hal ini karena perilaku manusia dalam populasi yang diteliti tidak dapat dikendalikan sepenuhnya. Akibatnya, banyak faktor lain yang mungkin ikut memengaruhi hubungan sebab-akibat yang menjadi objek penelitian.
Kedua, penelitian mengenai manfaat Omega-3 seringkali menggunakan contoh masyarakat Jepang dan Greendland (Eskimo). Mereka adalah masyarakat yang suka mengkonsumsi ikan dan memiliki kesehatan kardiovaskuler yang bagus. Namun, perlu disadari bahwa mereka biasanya memakan ikan segar secara mentah (tidak dimasak) sehingga kandungan asam lemak omega-3 di dalamnya tetap utuh. Sayangnya, kita hampir selalu memakan ikan dalam keadaan sudah dimasak (dipepes, dibakar atau digoreng). Omega-3 pada ikan menjadi rusak oleh pemanasan. Waktu yang lama antara penangkapan dan konsumsi ikan juga membuat banyak omega-3 di dalamnya yang menghilang karena oksidasi.
Ketiga, sumber penangkapan ikan juga dapat berpengaruh. Ikan salmon yang dibudidayakan kurang memiliki kandungan omega-3 dibandingkan yang hidup di alam lepas karena mereka mengkonsumsi pelet (makanan ikan), bukan plankton yang kaya omega-3.
Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hubungan antara ikan dan kesehatan.
Manfaat makan ikan
Meskipun demikian, terlepas dari kontroversi omega-3, mengkonsumsi ikan tetaplah sangat bermanfaat. Ikan adalah sumber protein, mineral, dan lemak tak jenuh yang sangat dibutuhkan tubuh.
Untuk mendapatkan manfaat terbesar dari ikan:
* Pilihlah ikan yang segar. Belanja ikan sebaiknya di pagi hari ketika ikan baru didapatkan dari para nelayan. Kemudian, bila tidak segera dimasak, simpanlah ikan dengan baik di dalam kulkas.
* Jangan memanaskan ikan secara berlebihan. Panggang atau rebuslah ikan di suhu yang lebih rendah. Lebih dianjurkan memasak ikan dalam panci tertutup sehingga paparan panas dapat diminimalkan.[majalahkesehatan]
Namun, penelitian terbaru meragukan hal itu dan menyatakan bahwa kontribusi ikan berminyak seperti salmon, sarden, dan tuna terhadap kesehatan mungkin terlalu dilebih-lebihkan selama ini.
Mengapa hasil-hasil studi itu bertentangan?
Ada beberapa kemungkinan penyebabnya.
Pertama, penelitian apa pun mengenai dampak makanan terhadap kesehatan tidak selalu menghasilkan kesimpulan yang seragam. Hal ini karena perilaku manusia dalam populasi yang diteliti tidak dapat dikendalikan sepenuhnya. Akibatnya, banyak faktor lain yang mungkin ikut memengaruhi hubungan sebab-akibat yang menjadi objek penelitian.
Kedua, penelitian mengenai manfaat Omega-3 seringkali menggunakan contoh masyarakat Jepang dan Greendland (Eskimo). Mereka adalah masyarakat yang suka mengkonsumsi ikan dan memiliki kesehatan kardiovaskuler yang bagus. Namun, perlu disadari bahwa mereka biasanya memakan ikan segar secara mentah (tidak dimasak) sehingga kandungan asam lemak omega-3 di dalamnya tetap utuh. Sayangnya, kita hampir selalu memakan ikan dalam keadaan sudah dimasak (dipepes, dibakar atau digoreng). Omega-3 pada ikan menjadi rusak oleh pemanasan. Waktu yang lama antara penangkapan dan konsumsi ikan juga membuat banyak omega-3 di dalamnya yang menghilang karena oksidasi.
Ketiga, sumber penangkapan ikan juga dapat berpengaruh. Ikan salmon yang dibudidayakan kurang memiliki kandungan omega-3 dibandingkan yang hidup di alam lepas karena mereka mengkonsumsi pelet (makanan ikan), bukan plankton yang kaya omega-3.
Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hubungan antara ikan dan kesehatan.
Manfaat makan ikan
Meskipun demikian, terlepas dari kontroversi omega-3, mengkonsumsi ikan tetaplah sangat bermanfaat. Ikan adalah sumber protein, mineral, dan lemak tak jenuh yang sangat dibutuhkan tubuh.
Untuk mendapatkan manfaat terbesar dari ikan:
* Pilihlah ikan yang segar. Belanja ikan sebaiknya di pagi hari ketika ikan baru didapatkan dari para nelayan. Kemudian, bila tidak segera dimasak, simpanlah ikan dengan baik di dalam kulkas.
* Jangan memanaskan ikan secara berlebihan. Panggang atau rebuslah ikan di suhu yang lebih rendah. Lebih dianjurkan memasak ikan dalam panci tertutup sehingga paparan panas dapat diminimalkan.[majalahkesehatan]
Labels:
Food Beverage,
Health,
Info Sehat,
Kesehatan,
Medis/Obat,
Poison,
Seputar Penyakit
Tuesday, November 30, 2010
Cek Kesehatan Berdasarkan Warna Urine (Air Seni)
Air memang sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita. Air berfungsi mengantarkan mineral, vitamin, protein, dan zat gizi lainnya ke seluruh tubuh. Keseimbangan dan temperatur tubuh juga sangat bergantung pada air. Air adalah sumber kehidupan.
Banyak penelitian membuktikan manfaat air untuk kesehatan, bukan sekadar penghilang dahaga. Air merupakan pelumas jaringan tubuh, sekaligus bantalan sendi, tulang, dan otot. Air berfungsi menjaga darah mempunyai volume dan kekentalan yang cukup.
Fungsi lainnya adalah pengatur suhu tubuh. Air minum dalam konsumsi cukup mampu mendorong racun atau toksin dalam tubuh melalui keringat, air seni, dan pernapasan.
Lebih lanjut, seperti dirangkum MSN, Senin (21/12/09), minum air putih membantu pembakaran lemak, menurunkan demam, meringankan sembelit, membentuk otot tubuh, meringankan saluran hidung tersumbat, memerangi sakit perut sampai dengan memperbaiki mood seseorang.
Sebanyak 95 persen tubuh terdiri atas air, sehingga berperan besar sebagai pengangkut zat gizi agar sel-sel tubuh tidak kelaparan. Sebagai contoh, otak “kelaparan” karena gangguan suplai glukosa dan oksigen menyebabkan lesu, lelah, dan memicu timbulnya stroke (biasanya karena sumbatan pembuluh darah).
Dikutip dari In Your Body’s Many Cries for Water, Dr Fereydoon Batmanghelidj berpendapat, tubuh bisa salah menafsirkan sinyal rasa haus sebagai rasa sakit. Nah, air putih bisa menjadi obat seluruh penyakit, mulai sakit kepala dan depresi, sampai asma dan radang sendi.
Sudah jadi pengetahuan umum bahwa konsumsi air putih yang direkomendasikan para ahli setidaknya delapan gelas sehari, bahkan meski tubuh dalam kondisi bugar. Alasannya, air dibutuhkan untuk mengisi ulang tubuh yang kehilangan banyak cairan, lewat urin, keringat, dan pernapasan. Perlu diketahui, dalam sehari manusia dapat kehilangan sekira 1,5 liter cairan tubuh.
Salah satu cara untuk mengetahui apakah kadar air dalam tubuh Anda mencukupi untuk kebutuhan setiap hari adalah dengan melihat warna air seni. Jika air seni berwarna lebih gelap dan pekat, itu pertanda ginjal Anda bekerja keras menyaring kotoran ataupun racun. Untuk itu, Anda butuh bantuan air dalam jumlah cukup untuk membersihkannya. Sebaliknya, jika warna air seni Anda terang, itu artinya kadar air dalam tubuh Anda mencukupi.
Banyak penelitian membuktikan manfaat air untuk kesehatan, bukan sekadar penghilang dahaga. Air merupakan pelumas jaringan tubuh, sekaligus bantalan sendi, tulang, dan otot. Air berfungsi menjaga darah mempunyai volume dan kekentalan yang cukup.
Fungsi lainnya adalah pengatur suhu tubuh. Air minum dalam konsumsi cukup mampu mendorong racun atau toksin dalam tubuh melalui keringat, air seni, dan pernapasan.
Lebih lanjut, seperti dirangkum MSN, Senin (21/12/09), minum air putih membantu pembakaran lemak, menurunkan demam, meringankan sembelit, membentuk otot tubuh, meringankan saluran hidung tersumbat, memerangi sakit perut sampai dengan memperbaiki mood seseorang.
Sebanyak 95 persen tubuh terdiri atas air, sehingga berperan besar sebagai pengangkut zat gizi agar sel-sel tubuh tidak kelaparan. Sebagai contoh, otak “kelaparan” karena gangguan suplai glukosa dan oksigen menyebabkan lesu, lelah, dan memicu timbulnya stroke (biasanya karena sumbatan pembuluh darah).
Dikutip dari In Your Body’s Many Cries for Water, Dr Fereydoon Batmanghelidj berpendapat, tubuh bisa salah menafsirkan sinyal rasa haus sebagai rasa sakit. Nah, air putih bisa menjadi obat seluruh penyakit, mulai sakit kepala dan depresi, sampai asma dan radang sendi.
Sudah jadi pengetahuan umum bahwa konsumsi air putih yang direkomendasikan para ahli setidaknya delapan gelas sehari, bahkan meski tubuh dalam kondisi bugar. Alasannya, air dibutuhkan untuk mengisi ulang tubuh yang kehilangan banyak cairan, lewat urin, keringat, dan pernapasan. Perlu diketahui, dalam sehari manusia dapat kehilangan sekira 1,5 liter cairan tubuh.
Salah satu cara untuk mengetahui apakah kadar air dalam tubuh Anda mencukupi untuk kebutuhan setiap hari adalah dengan melihat warna air seni. Jika air seni berwarna lebih gelap dan pekat, itu pertanda ginjal Anda bekerja keras menyaring kotoran ataupun racun. Untuk itu, Anda butuh bantuan air dalam jumlah cukup untuk membersihkannya. Sebaliknya, jika warna air seni Anda terang, itu artinya kadar air dalam tubuh Anda mencukupi.
Friday, November 26, 2010
Bahaya Perokok Pasif, 600.000 Meninggal Tiap Tahun
Ada yang bilang, "daripada menjadi perokok pasif mending jadi perokok aktif sekalian..."
Pendapat seperti itu menurut Anda bagaimana ?? ada benarnya apa tidak ??... ;-)
Sangat ironis nasib perokok pasif yang juga ikut menghirup dan merasakan efek negatif dari asap rokok si perokok aktif. WHO menyatakan ada sekitar 600.000 perokok pasif yang meninggal setiap tahunnya.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa perokok pasif turut menyumbang 1 persen jumlah kematian global di seluruh dunia. Jumlah ini berarti ada sekitar 600.000 perokok pasif yang meninggal setiap tahun akibat kebiasaan merokok orang lain.
Dalam studi pertama yang menilai dampak global perokok pasif, tim ahli WHO menemukan bahwa anak-anak merupakan korban terbanyak yang terpapar asap rokok sekunder, dan sekitar 165.000 anak meninggal tiap tahunnya karena asap rokok.
"Dua pertiga kematian terjadi di Afrika dan Asia Selatan," ujar tim peneliti yang dipimpin Annette Pruss-Ustun dari WHO, di Geneva, dilansir Reuters, Jumat (26/11/2010).
Menurut Pruss-Ustun, paparan bagi perokok pasif paling banyak terjadi di rumah. Dan penyakit menular dan efek tembakau tampaknya merupakan kombinasi yang mematikan bagi anak-anak.
Kematian akibat asap rokok sekunder pada anak-anak cenderung banyak terjadi di negara-negara miskin dan menengah, sedangkan kematian pada orang dewasa tersebar di negara-negara dengan semua tingkat pendapatan.
Dari data WHO, ada sekitar 40 anak-anak, 35 wanita non-perokok dan 33 persen laki-laki non-perokok yang terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif pada tahun 2004.
Paparan ini diperkirakan telah menyebabkan 379.000 kematian akibat penyakit jantung, 165.000 akibat infeksi saluran pernapasan, 36.900 karena asma dan 21.400 karena kanker paru-paru.
"Dan untuk dampak secara keseluruhan, kematian akibat rokok bertambah menjadi 5,1 juta kematian per tahun karena penggunaan tembakau aktif," tambah Pruss-Ustun.
Pruss-Ustun mendesak negara-negara untuk menegakkan WHO Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), agar bisa menerapkan langkah-langkah seperti meningkatkan pajak tembakau yang lebih tinggi, kemasan rokok polos dan larangan iklan rokok.
"Pembuat kebijakan di setiap negara harus ingat bahwa menegakkan hukum bebas asap rokok akan secara substansial mengurangi jumlah kematian yang disebabkan paparan asap rokok sekunder dalam tahun pertama pelaksanaannya, dengan disertai penurunan biaya pengobatan penyakit di sistem sosial dan kesehatan," kata Pruss-Ustun.
Perokok pasif biasanya menghirup asap yang berasal dari pembakaran rokok dan juga asap yang dikeluarkan oleh seorang perokok aktif. Menjadi perokok pasif sebenarnya tanpa disadari telah membuat seseoran menjadi perokok. Biasanya perokok pasif ini berada di rumah, mobil, tempat kerja dan tempat-tempat umum lainnya seperti bar.
Untuk melihat seberapa besar perokok pasif terpapar asap rokok dapat diuji dengan mengukur kadar nikotin, cotinine dan karbon monoksida dalam darah, air liur atau urinnya. Cotinine ini adalah suatu hasil produk metabolisme nikotin dalam tubuh.
Didapatkan lebih dari 4.000 zat kimia yang terdapat dalam asap rokok. Sedikitnya 250 zat berbahaya dan 50 diantaranya menyebabkan kanker terkandung dalam sebatang rokok.
Zat kimia tersebut seperti arsenik (logam berat beracun), benzene (bahan kimia dalam bensin), beryllium (logam beracun), kadmium (logam yang digunakan untuk baterai), etilen oksida (bahan kimia untuk mensterilkan alat medis), vinil klorida (zat toksik untuk membuat plastik) dan zat lainnya.
Dilansir dari National Cancer Institute, Jumat (11/12/2009), badan internasional untuk penelitian kanker (IARC) telah mengklasifikasikan asap rokok pada manusia sebagai karsinogen (zat penyebab kanker). Karenanya orang yang tidak merokok tapi sering menghirup asap rokok juga memiliki kemungkinan terkena kanker paru.[ref:detik.health]
Pendapat seperti itu menurut Anda bagaimana ?? ada benarnya apa tidak ??... ;-)
Sangat ironis nasib perokok pasif yang juga ikut menghirup dan merasakan efek negatif dari asap rokok si perokok aktif. WHO menyatakan ada sekitar 600.000 perokok pasif yang meninggal setiap tahunnya.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa perokok pasif turut menyumbang 1 persen jumlah kematian global di seluruh dunia. Jumlah ini berarti ada sekitar 600.000 perokok pasif yang meninggal setiap tahun akibat kebiasaan merokok orang lain.
Dalam studi pertama yang menilai dampak global perokok pasif, tim ahli WHO menemukan bahwa anak-anak merupakan korban terbanyak yang terpapar asap rokok sekunder, dan sekitar 165.000 anak meninggal tiap tahunnya karena asap rokok.
"Dua pertiga kematian terjadi di Afrika dan Asia Selatan," ujar tim peneliti yang dipimpin Annette Pruss-Ustun dari WHO, di Geneva, dilansir Reuters, Jumat (26/11/2010).
Menurut Pruss-Ustun, paparan bagi perokok pasif paling banyak terjadi di rumah. Dan penyakit menular dan efek tembakau tampaknya merupakan kombinasi yang mematikan bagi anak-anak.
Kematian akibat asap rokok sekunder pada anak-anak cenderung banyak terjadi di negara-negara miskin dan menengah, sedangkan kematian pada orang dewasa tersebar di negara-negara dengan semua tingkat pendapatan.
Dari data WHO, ada sekitar 40 anak-anak, 35 wanita non-perokok dan 33 persen laki-laki non-perokok yang terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif pada tahun 2004.
Paparan ini diperkirakan telah menyebabkan 379.000 kematian akibat penyakit jantung, 165.000 akibat infeksi saluran pernapasan, 36.900 karena asma dan 21.400 karena kanker paru-paru.
"Dan untuk dampak secara keseluruhan, kematian akibat rokok bertambah menjadi 5,1 juta kematian per tahun karena penggunaan tembakau aktif," tambah Pruss-Ustun.
Pruss-Ustun mendesak negara-negara untuk menegakkan WHO Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), agar bisa menerapkan langkah-langkah seperti meningkatkan pajak tembakau yang lebih tinggi, kemasan rokok polos dan larangan iklan rokok.
"Pembuat kebijakan di setiap negara harus ingat bahwa menegakkan hukum bebas asap rokok akan secara substansial mengurangi jumlah kematian yang disebabkan paparan asap rokok sekunder dalam tahun pertama pelaksanaannya, dengan disertai penurunan biaya pengobatan penyakit di sistem sosial dan kesehatan," kata Pruss-Ustun.
Perokok pasif biasanya menghirup asap yang berasal dari pembakaran rokok dan juga asap yang dikeluarkan oleh seorang perokok aktif. Menjadi perokok pasif sebenarnya tanpa disadari telah membuat seseoran menjadi perokok. Biasanya perokok pasif ini berada di rumah, mobil, tempat kerja dan tempat-tempat umum lainnya seperti bar.
Untuk melihat seberapa besar perokok pasif terpapar asap rokok dapat diuji dengan mengukur kadar nikotin, cotinine dan karbon monoksida dalam darah, air liur atau urinnya. Cotinine ini adalah suatu hasil produk metabolisme nikotin dalam tubuh.
Didapatkan lebih dari 4.000 zat kimia yang terdapat dalam asap rokok. Sedikitnya 250 zat berbahaya dan 50 diantaranya menyebabkan kanker terkandung dalam sebatang rokok.
Zat kimia tersebut seperti arsenik (logam berat beracun), benzene (bahan kimia dalam bensin), beryllium (logam beracun), kadmium (logam yang digunakan untuk baterai), etilen oksida (bahan kimia untuk mensterilkan alat medis), vinil klorida (zat toksik untuk membuat plastik) dan zat lainnya.
Dilansir dari National Cancer Institute, Jumat (11/12/2009), badan internasional untuk penelitian kanker (IARC) telah mengklasifikasikan asap rokok pada manusia sebagai karsinogen (zat penyebab kanker). Karenanya orang yang tidak merokok tapi sering menghirup asap rokok juga memiliki kemungkinan terkena kanker paru.[ref:detik.health]
Tuesday, October 26, 2010
In Case of Food Poisoning
You recovered balance food interior the fridge and reheated it inside the nuke
Upon feeding, you detected that the savour is a short variant from the way it has been. You intellection that since the food was wrong the refrigerator for individual days already and was uneaten, it power not secernment the identical as it was. You were desirous so you definite to act uptake. After a duad of hours, you mat displeased and your viscus felt bad, too. Then you started a impose in the relieve gathering. Few minutes afterwards, you seem the impulse to use the lav again. These visits became so prevailing that you do not impoverishment to lead the evangelist anymore.
A young ulterior, you act to think nauseous and you statesman expulsion. This strength be a framework of Content intoxication is caused by feeding matter impure with germs suchlike bad microorganism and toxins. Unwashed vegetables, poorly cooked meat and raw foods can crusade matter intoxication. Indecent touching and destitute cleansing during nutrient preparation can also alter near food intoxication. If you have from this, here is what you can do.
Re-hydrate. When you are hurt from diarrhea due to food poisoning, you are most prospective to get de-hydrated. It is then finest to cell a support up of the fluids that strength be wasted during the activity. Use a lot of irrigate followed by overhaul liquids similar apple humor to cell you hydrated. Diarrhea and emesis may reason electrolytes (metal, metal and glucose) in your body to be healthy gone. It is advisable to follow them with commercially prepared electrolyte products.
Conscionable go with the rate. Your body is disagreeable outpouring out the toxins you change ingested that is why you are excruciation from symptom. Attractive anti-diarrheal products should be avoided because what you necessity to do at this dimension is to destroy the toxins in your embody.
If you reason the supperless or a necessity to tolerate something, enquire your medico to eff what foods to eat and not to eat.
In indiscriminate, the symptoms of matter intoxication weaken after a few days and after your body is able to get rid of all the toxins you individual devoured. Then, you can go without handling. Still, in cases of intense matter poisoning, it is foremost to move examination work.
Upon feeding, you detected that the savour is a short variant from the way it has been. You intellection that since the food was wrong the refrigerator for individual days already and was uneaten, it power not secernment the identical as it was. You were desirous so you definite to act uptake. After a duad of hours, you mat displeased and your viscus felt bad, too. Then you started a impose in the relieve gathering. Few minutes afterwards, you seem the impulse to use the lav again. These visits became so prevailing that you do not impoverishment to lead the evangelist anymore.
A young ulterior, you act to think nauseous and you statesman expulsion. This strength be a framework of Content intoxication is caused by feeding matter impure with germs suchlike bad microorganism and toxins. Unwashed vegetables, poorly cooked meat and raw foods can crusade matter intoxication. Indecent touching and destitute cleansing during nutrient preparation can also alter near food intoxication. If you have from this, here is what you can do.
Re-hydrate. When you are hurt from diarrhea due to food poisoning, you are most prospective to get de-hydrated. It is then finest to cell a support up of the fluids that strength be wasted during the activity. Use a lot of irrigate followed by overhaul liquids similar apple humor to cell you hydrated. Diarrhea and emesis may reason electrolytes (metal, metal and glucose) in your body to be healthy gone. It is advisable to follow them with commercially prepared electrolyte products.
Conscionable go with the rate. Your body is disagreeable outpouring out the toxins you change ingested that is why you are excruciation from symptom. Attractive anti-diarrheal products should be avoided because what you necessity to do at this dimension is to destroy the toxins in your embody.
If you reason the supperless or a necessity to tolerate something, enquire your medico to eff what foods to eat and not to eat.
In indiscriminate, the symptoms of matter intoxication weaken after a few days and after your body is able to get rid of all the toxins you individual devoured. Then, you can go without handling. Still, in cases of intense matter poisoning, it is foremost to move examination work.
Labels:
Food Beverage,
Poison,
Tips n Trick
Subscribe to:
Posts (Atom)






